Kamis, 03 Maret 2016

^_^ Maafkanlah^_^

"Aku minta maaf..." singkatnya kata yang mudah terlafaz.

Ntah aku, kamu, atau kita. Sama-sama pernah ucap. Seringnya tersampai saat diri merasa bersalah. Ntah terpaksa atau atas panggilan hati, kesadaran jiwa.

Saat ada yang membuat kesalahan, atau tidak sengaja melakukan kekhilafan kepada kita, apa yang akan kita lakukan?
Atau, saat kita menempati posisi yang sama, apa yang akan kita dapatkan?

"Maaf, maaf. Makan tuh kata maaf!"

"Maaf? Mudah amat, yah... kata maaf setelah apa yang kamu lakukan..."

Ada... yang bersikap seperti itu kala seseorang datang kepada kita untuk meminta maaf? Sama, Nadilla juga.

"Hah...!!! Seorang Nadilla pernah merasa sulit tuk maafin juga?"

Jangan terperangah gitu. Nadilla juga manusia biasa, bukan malaikat. Seorang yang tengah berupaya 'tuk bisa lapang maafin orang. Baik, kali ini Nadilla engga bisa berkata banyak, Nadilla hanya ingin sebatas sharing. Iya, itu aja. Engga lebih.

Ehm, melakukan kesalahan memang lebih mudah dari memaafkan. Melakukan kesalahan terkadang tanpa kita pikirkan. Sementara memaafkan, adakalanya butuh pertimbangan.

Mereka mudah katakan maaf, meski diri tak mudah 'tuk maafkan. Mungkin mereka berpikir, bahwa dengan kata maaf semua salah akan dengan mudah berakhir. Semudah itukah?

Engga tahu kenapa, justru Nadilla berpikir, tidak selalunya kesalahan itu akan selesai dengan kata maaf. Bukan apa, itu hanya sebatas yang pernah Nadilla rasa.

Disisi lain, Nadilla juga memandang, jikalah kita merasa manusia biasa, maka kita tiada terlepas dari salah. Mereka inginkan kemaafan sebagaimana diri kita.

"Jadi apa salahnya jika kita memaafkan?" Satu sisi hatiku menasehati.

"Ah, siapa suruh buat salah. Sudah tahu kalau Nadilla tuh g suka diginiin... digituin..." Egoku tak ingin kalah.

Akan tetapi, sebuah ayat mengingatkan aku.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy Syuura: 40)

Manakala ada yang berbuat jahat ke kita, kita boleh 'tuk balas dengan kejahatan yang serupa. Hanya sesuai haknya. Tidak boleh lebih. Jangan sampai kita menjadi orang yang zalim karena membalas melewati batas.

Namun, jikalah kita mau memaafkan, membalas kejahatan mereka dengan kebaikan, itu akan lebih baik. Baik untuk diri juga hati. Nadilla pahami hal ini. Namun rasa ingin melampiaskan kemarahan, rasa ingin membalas keburukan mereka, kerap kali hadir menguji kesabaran diri.

"Astaghfirullah..." lirihku.

Kembali kurenungi ayat itu. Bilakah aku mampu...
Dan kini hatiku kembali ragu,
Untuk redam rasa dendamku,
Untuk lupakan kesalahan mereka terhadapku,
Adakah semudah seperti teori yang aku tahu?
Ya Rabbku, Engkaulah yang Maha membolak-balikkan hatiku,
Mudahkanlah hambaMu...

Memaafkan, tidak menambah kecuali dengan kemuliaan.

"Tidak inginkah kau dengan kemuliaan? Apa susahnya memaafkan?" Hatiku kembali bertanya lebih kepada diriku.

Yang Nadilla pahami selama ini, Allah akan memberikan kemuliaan kepada mereka yang berani memaafkan. (Jika tersalah, mohon diluruskan)

Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdanya, “Kemuliaan hanya akan ditambahkan oleh Allah kepada seorang hamba yang bersikap pemaaf.” (HR. Muslim : 2588. Dari sahabat Abu Hurairah)

Hadits yang pernah aku temui saat jalan-jalan di sebuah artikel, www.muslim.or.id . Masih ingat arti jalan-jalan disini, bukan?

Nah, dari situlah Nadilla tergiur. Berupaya keras 'tuk bisa mudah memaafkan meski acap kali gagal. Namun Nadilla berusaha untuk bertahan dalam ikhtiar meski tidak jarang merasa lelah. Tapi ya sudahlah. Nadilla hanya diri yang lemah. Yang terkadang hanya bisa, pasrah.

Bila sulit rasa memaafkan mereka yang terlalu nyakitin tiba, Nadilla biasanya coba ingatkan diri bahwa dendam adalah suatu yang sia-sia. Ianya tak membawa kebaikan apa-apa. Dengan memaafkan, tak lantas menjadikan diri kita hina. Coba 'tuk mengalah saat diri mampu untuk marah, InsyaAllah lebih membawa maslahat. Pikirkan faedah memaafkan, banyak kebaikan yang akan kita dapatkan. Salah satunya, tumbuhnya rasa kasih sayang sesama kita, lunturnya rasa benci yang menghuni hati. Dengan memaafkan, yang semula lawan tidak menutup kemungkinan 'tuk jadi kawan, dan lahirlah sesuatu yang bernama, persahabatan.

Nadilla kadang berpikir, "Abaikan mereka yang pernah nyakitin kita, tidak perlu dibawa rasa. Jangan terbawa amarah, sebab hanya akan timbulkan dendam. Habislah waktu kita jika hanya untuk memikirkan balasan."

"Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau, dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat. (Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Qadha Al-Hawaij, dan dinilai hasan oleh Al-Albani)

Sekali lagi, jika hadits yang Nadilla sisipkan pada cerita Nadilla kali ini, atau ada hal yang agak-agak gimana gitu, mohon bimbingannya, yah. Nadilla pun masih taraf belajar.

"Dengan memaafkan engkau memang tidak akan bisa merubah masa lalu, tapi engkau bisa berbuat baik untuk masa depan." (Ustadz Firanda Andirja)

Semoga dengan terus belajar memaafkan, hidup kita menjadi lebih tenang penuh kedamaian.

^^Nadilla Afrina^^

8 komentar:

  1. Makasiih sudah diingatkan Mbak nadhira :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama... hehehe
      Makasi pula telah berkunjung... #senyum

      Hapus
  2. Memaafkan, memang bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang. Kunci memaafkan ada pada 'penerimaan', bagaimana kita mampu menerima sikap buruk orang terhadap kita, memang berat. Butuh latihan dan 'paksaan', tapi sekali kita bisa 'meberima' maka tak akan ada yg menyakitkan.

    'penerimaan' hanya nama lain dari 'ikhlas'.

    good advice nadilla.. keep spirit ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka, like itu... hehehe
      Makasii, kaka... :)

      Hapus
  3. Kadang memaafkan memang tdk membuat situsi menjadi lbh baik atau membuat seseorang sadar akan kesalahannya tapii dgn memaafkan setidaknya kita bisa belajar untk melapangkan hati dan ikhlas menerima kesalahan2 org lain se-menyakitkan apapun bagi kita. Ttp sabar slalu memaafkan untk kedamaian dihati^^

    BalasHapus
  4. Iya mbak memaafkan itu susah tapi biasanya yang susah itu yang pahalanya besar kan mbak? Hehe

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...