Selasa, 15 Maret 2016

Pengingat Hati

"Innalillahi wa inna illaihi raji'un..."

Terucap manakala kita mendapat kabar musibah. Salah satunya adalah kabar duka, kematian seseorang. Teringat bahwa kematian juga akan kita alami, ntah kapan.

Terbetik tanya dalam hati, "Ya Rabb, bilakah ajal mendatangi, bekal apakah yang 'kan kubawa pergi?"

Kita tahu, kematian itu pasti, tetapi tak jarang hal itu sebatas hanya diketahui. Berpikir bahwa setelah mati semua berakhir. Tidak sesimple itu, kawan. Sebab masih ada perjalanan setelah kematian. Mungkin pernah kita dengar seseorang menginginkan mati sebab ujian yang menghampiri. Merasa tidak sanggup lagi hidup begini. Ehm, tidak segitunya.

Kawan, seberat apa ujian yang menempa, jangan sampai kita berpikir untuk mengakhiri dengan menyerah. Setiap uji... setiap cobaan... yang kita dapati, sebetulnya untuk dilalui. Kita lewatin ujian bukan dengan cara melarikan diri. Melainkan dengan mencari solusi, mencari jalan keluar dari masalah yang ada. Tidak ingatkah bahwa Allah tidak akan beri uji melebihi batas diri?


Melarikan diri dari ujian yang bernama masalah, kemanapun dan sejauh apapun itu, tidak akan pernah menyelesaikan apapun. Yang ada justru menambah masalah. Ujungnya kita sendiri yang lelah. Rasa bingung, merasa tidak tahu harus berbuat apa atau rasa senada lainnya yang kerap datang begitu masalah menyapa, bukanlah hal yang langka. Mungkin hampir setiap kita merasa. Akan tetapi kita percaya, masalah ada bersama jalan keluar yang mengiringinya. Begitu masalah hidup datang, dan kita tak kuasa menanggung semua beban, serahkan pada Allah. Minta pada Allah jalan keluar terbaik. Pinta lewat sujud dan doa, adukan semua padaNya. Bersabar dan jangan tergesa-gesa.

Kawan, tugas kita bukan bagaimana cara cepat mengakhiri hidup. Akan tetapi bagaimana kita mencari bekal untuk kehidupan kita setelah mati. Di dunia ini kita ibarat pengembara, akankah kita jadikan dunia ladang pahala atau sebaliknya. Mati itu sudah pasti tanpa kau cari cara bagaimana mengakhiri. Tidak ingatkah kau dengan tausyiah yang sering kita dapati, terkadang seseorang minta dikembalikan lagi ke dunia hanya untuk bisa bersujud dan beramal shalih. Sementara kita, kita yang masih Allah berikan kesempatan untuk bertaubat, mari kita gunakan kesempatan ini semaksimal mungkin.

Kawan, yang kita harap adalah akhir hidup yang baik nan indah, jadi jangan sampai jalan yang kita ambil justru 'kan membawa sebaliknya. Sayang kan jika harapan tinggal bayangan...

Kawan, mengingati mati memang diperintahkan, banyak manfaat yang akan kita dapatkan, salah satunya adalah, dengan mengingat mati bisa membuat kita tidak menunda taubat, akan berusaha lebih khusyuk dalam shalat, berusaha maksimal mempersiapkan diri untuk perjumpaan kita dengan Allah, tidak menjadikan kita menunda berbuat baik dan memperbaiki diri, bahkan masih banyak yang lainnya. Mengingat mati bukan dengan cara berpangku tangan menunggu kematian.

Kawan, kita mungkin tahu bahwasanya kematian datangnya tiba-tiba. Tidak peduli apakah kau sedang sakit atau sehat, berbuat baik atau sebaliknya, siap tidak siap. Sebab kematian itu bagai kejutan. Yang tidak kita sangka kedatangannya. Jadi, jika kita masih impikan akhir baik nan indah, semoga cara yang kita tempuh tidak hanya sebatas berhenti dalam angan. Ingat, suatu saat... ntah kapan, kematian itu akan datang melamar.

Wahai diri... jangan lena pada dunia, jadikan akhirat dihati dan dunia dalam genggaman tanganmu. Sebab, seperti sebuah ungkapan yang pernah kau dapati, kau tak tahu manakah yang lebih dulu kan mendatangi untuk melamarmu, jodoh... atau ajal. Maaf jika ada yang tidak nyambung.

Pengingat hati untukmu, sahabatku. Juga untukku. Semoga Allah istiqamahkan kita dalam kebaikan, dan termasuk mereka dengan akhir hidup yang baik nan indah.

Nadilla Afrina

2 komentar:

  1. Semoga Allah istiqamahkan kita dalam kebaikan, dan termasuk mereka dengan akhir hidup yang baik nan indah.

    Aamin..

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...