Senin, 07 Maret 2016

Sudut Sepi Ruang Hati

Sunyi sepi sendiri
Kumenatapi hari-hari
Yang lambat laun namun pasti
Akan berganti
Terbetik tanya dalam hati
Sudahkah aku melakukan sesuatu yang berarti,
Diusiaku yang masih tersisa ini?
Aku mulai berpikir
Haruskah aku berlari mengejar mimpi?
Atau berjalan perlahan mengikut arus kehidupan?

Kembali aku menyendiri
Disudut sepi ruang hati
Coba mengingat apa yang terlupa oleh diri
Setelah lama berkenala mengaduk memory
Akhirnya kutemui
Seseorang pernah berkata kepadaku, "Terkadang, mengikut arus kehidupan yang menempatkan kita di zona aman itu bikin nyaman. Akan tetapi, ntah kapan... keadaan akan meminta kita untuk melawan."

Aku coba kaji
Dan akupun setujui
Iya, adakalanya melawan arus untuk kebaikan menjadi pilihan
Detik nanti harus lebih baik dari sekarang, itulah keberuntungan
Harus ada tekad kuat, akan tetapi tindakan tak boleh dilupakan
Adanya keinginan tanpa diupayakan mana bisa kita dapatkan?

Aku kembali dapat pembelajaran
Terkadang hidup menjadi menyenangkan sebab adanya tantangan
Dorongan... dukungan... dari orang-orang tersayang kita kebutuhan
Akan tetapi, motivasi dari diri sendirilah yang kita utamakan
Yakin dalam doa, optimal berusaha, berserah dalam tawakal
Jangan lupa, perhatikan batasan-batasan yang telah Allah berikan
Kita buat perencanaan, Allah yang kuasa tentukan

Hidup di dunia sekali
Hiasi dengan semangat juang yang tinggi
Kebaikan tidak dicapai hanya dengan bersantai
Namun dengan memaksimalkan kemampuan diri

Nadilla Afrina

7 komentar:

  1. Wuiiihhh ayo bersemangat juang tinggi memaksimalkan kemampuan diri ^_^

    BalasHapus
  2. Aku tak pandai berpuisi
    Namun aku tahu puisi ini berisi
    Lebih baik dari Nutrisi
    Tubuh yg selalu minta diisi

    Ha... Ha... Mantap mba pusinya, sory mengacaukan puisinya dgn puisiku..
    ***
    Abdur-rahiem.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, tak apa lah,keren kok.. hmm tingkatkan...

      Hapus
    2. Hihihi, tak apa lah,keren kok.. hmm tingkatkan...

      Hapus
  3. Diusiaku yang masih tersisa ini?
    Aku mulai berpikir
    Haruskah aku berlari mengejar mimpi?
    Atau berjalan perlahan mengikut arus kehidupan?

    *telak skali, Nad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe,
      Waktu berlalu dengan cepat, akan tetapi Nadilla melangkah bak kura-kura.
      Astaghfirullah...

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...