Kamis, 18 Agustus 2016

Untukmu nan Jauh di Sana

Perjumpaan tak Sengaja 

Oleh : Ainayya Ayska 


Untukmu nan jauh di sana. Perjumpaan tak sengaja. Antara kau dan aku. Beberapa bulan, oh, tidak .... Mungkin beberapa tahun lalu. Entah kapan. Bahkan sekadar untuk mengingatnya aku tak mampu.

Saat Ramadhan mendekati lebaran. Hanya itu. Ya, hanya itu yang masih terekam cukup jelas di memoryku. Terlebih pertemuan itu. Sungguh, masih melekat ..., di kedalaman batinku.


Aku tak pernah tahu, entah itu kebetulan atau memang sudah digariskan. Pernah ada yang bilang, pertemuan bukanlah suatu kebetulan. Tapi biarkan, aku tak terlalu pedulikan.

Untukmu nan jauh di sana. Kau tahu, bahkan perjumpaan tak sengaja itu tak pernah terlintas dalam benakku. Hingga akhirnya kau datang. Merubah duniaku. Keceriaanku yang semula menghilang seakan tergantikan. Akan kedatangan seorang teman. Dan itu adalah kau, Kawan. 

Untukmu nan jauh di sana. Perjumpaan tak sengaja. Ramadhan jelang lebaran. Kau datang. Membawa cerita. Bercanda ria. Merasuk ke jiwa. Penuh pesona.

Untukmu nan jauh di sana
Perjumpaan tak sengaja
Kita pun bersahabat 
Beragam canda kau buat
Kau terlalu mengerti bagaimana membuatku tersenyum penuh arti

Berjalan tanpa henti. Perjalanan kita begitu seterusnya. Meski tak lama. Selayang pandang saja. 

Untukmu nan jauh di sana. Pertemuan tak sengaja. Meski jarak menjadi batas antara kita, namun tak membuat dirimu berubah sejarah. 

Tutur kata lembut nan penuh hikmah, nasehat yang menyejarah, baiknya akhlak dan agamamu, kecerdasan itu, membuatku tak menyadari ada getaran lembut menyapa jiwa. 

Untukmu nan jauh di sana
Kau datang mendekat 
Bersama membawa nasehat
Tak hanya itu
Dalam singkat kita akrab

Tetapi aku menyadari satu hal. Hingga memilih untuk membatasi rasa. Satu keinginan yang tak semestinya ada. 

Untukmu nan jauh di sana. Hal lain yang kudapati darimu, kepiawaian dalam menyampaikan beragam kajian membuatku mengagumimu. 

Untukmu nan jauh di sana
Perjumpaan tak sengaja
Dan forum baru kita
Ah, tidak
Aku hanya turut meramaikannya
Dari situ kutahu bahwa begitu cerdasnya dirimu
Sehingga aku, bahkan untuk memimpikan masa indah itu menjadi ragu

Juga dirimu yang ternyata seorang penulis, membuatku merasa bersyukur atas perjumpaan tak sengaja itu. Selain kau pandai cakap, dunia menulis seakan menjadi energi lain untuk hidupmu. MasyaAllah. 

Untukmu nan jauh di sana
Kau tahu tentang perjumpaan tak sengaja itu? 
Tak pernah disangka yang tak sengaja pun menjadi cerita 
Meski singkat, sesaat
Sejauh mata memandang dalam angan
Sedekat dalam doa yang selalu mengingat

Untukmu nan jauh di sana. Perjumpaan tak sengaja. Terima Kasih kuucap. Untukmu seorang sahabat. 

Kau tahu, dalam perjumpaan tak sengaja itu? Dalam forum kajian yang aku turut kau libatkan di sana? Mempertemukanku dengan orang baru. Bersama, dengannya kita merajut kisah. Persahabatan yang indah. Tiga bersahabat yang hebat. Meski di waktu yang terbilang singkat. 

Lalu kita sama berjalan. Melewati hari mencari pelajaran dari setiap cerita kehidupan. Candaan, bumbu perjalanan yang tak boleh ditinggalkan. Kerananya kita paham, bagaimana menjaga keseimbangan. 

Hingga hari itu .... 

Untukmu nan jauh di sana
Kau tahu, bukan? 
Bahwa persahabatan dibangun diatas kejujuran
Saat perasaan mengambil alih hubungan
Yang ada hanyalah saling berkorban
Kutinggalkan kau bersamanya
Kuikhlaskan kau dengan menutup rasa
Aku, baik-baik saja 

Tetapi apa? 
Dibalik ketidaktahuanku dan dia
Dibelakang kau bermain rasa
Menyakitinya
Drama, sungguh drama

Sungguh tak terduga. Ada hal yang terlesat tanpa meninggalkan meski sedikit bayangan. Drama apa yang tengah kau perankan? Masih tak cukup dengan dirimu yang tiba-tiba timbul tenggelam? 

Untukmu nan jauh di sana
Terbentang jarak, tak terjangkau oleh mata
Terimakasih atas harapan yang kau berikan padaku
Dari situ aku belajar tentang mahalnya kepercayaan 

Tak ada yang disesali. Justru perjumpaan tak sengaja itu, Ramadhan jelang lebaran, serasa perlu disyukuri. Perjalanan yang indah meski tak sesuai harap akhirnya.

__________
Lanjut, yuk, ke Serial kedua.

2 komentar:

  1. Wah.. orangnya rese ternyata ya..😈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehm, begitulah... Hehehe terkadang orang seperti itu menjadi satu ujian kesabaran

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...