Selasa, 11 Oktober 2016

Ikhwan Dalam Penantian

Oleh : Ainayya Ayska 

Rasa itu menyapa
Disedari setelah lama tak bersua
Tetapi benarkah itu cinta?
Yang kini tetap terjaga

Rindu itu terus ada
Meski lama tak jumpa
Sukar nak lupa
Meski keras mencuba

Ada harap dalam doa
Bilakah pertemuan itu kembali tiba
Adakah hanya bisa diam menanti?
Untuk sebuah janji yang harus ditepati?
Lantas sampai kapan harus berdiam diri?

Bukan keinginan yang mengharuskan berjanji
Namun atas permintaan untuk tidak mencari
Kebodohan yang menguji

Tak payah menanti
Tak bosan menunggu
Tak putus asa dalam doa
Tak perlu pinta alasan mengapa
Tersebab yakin ada sesuatu lebih indah di sana
Allah sesuai prasangka hamba-Nya, bukan?

Tapi ....
Tak bolehkah kabarkan?
Detik ini masih mampu berdiri
Satu permintaan yang terealisasi
Mampu bertahan 
Meskipun mula berharap ada pilihan

Terkadang,
Dalam kesendirian terbayang
Menyambut kedatangan
Atau disambut dengan senyuman
Ada kebahagiaan sebagai hadiah
Atas diri yang tak pernah menyerah
Meski lelah

Kawan,
Tak inginkah kau kembali?
Diri ini terlalu pengecut untuk mengingkar janji
Sungguh, tak akan pernah berani

Kawan,
Abadi dalam ingatan akan satu kebersamaan
Haruskah tinggal kenangan?

Terkadang,
Pada awan yang tak penat kupandang
Memory silam macam berulang
Entah harus tangisan atau senyuman
Yang harus diiringkan

Terkadang,
Bersama malam kutulis kenangan
Masa kebersamaan
Pula perpisahan
Yang mungkin telah ditakdirkan
Tak lupa menitip salam
Pula terselip pinta bilakah kau kembali, Kawan

***

7 komentar:

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...