Jumat, 27 Januari 2017

Titik Kata

Oleh : Ainayya Ayska 

Kawan,
Perjalanan kita, entah akan seberapa panjang mampu tetap dapat bersama? 
Yang aku tahu,
Aku hanya belajar tuk menjaga ukhuwah kerana-Nya
Sebatas yang aku bisa
Ah, rasanya tak pantas untukku membahas
Apa nak kukata
Ketika ikhlas justru ditanya


Kawan, 
Seberapa mampukah kita menjaga persahabatan ini tetap ada? 
Ketika bilangan mimpi telah pun kita hamparkan .... 
Yang kutahu, 
Kita hanya cuba merancang 
Berusaha tuk wujudkan
Adapun jika yang terjelma tak sesuai angan
Tak usahlah dipaksakan 
Biarkan 

Kawan,
Aku hanya cuba menggugah kata
Bilakah dalam diam, terdaya menjaga
Terlepas adakah kalian menerima tidaknya kehadiran
Terlepas adakah kalian menganggap ada tidaknya keberadaan
Terlepas kalian melafadz dari hati atau sebatas lisan tentang mimpi-mimpi
Tuk tetap bersama walau apa jua

Kawan,
Semula begitu
Ketika aku masih berada di tengah kalian
Adapun sekarang
Entah

Kawan,
Adakah kalian sama merindukannya masa itu? 
Masa dimana kita masih bersama
Masa dimana kita tersatu dalam asa

Ah, rasanya sebatas mencita
Ya, kita hanya kuasa merencana
Adapun titik kata bukanlah milik kita
Hingga aku pergi akhirnya
Tak mampu jika tetap tinggal 
Meski berat diputuskan 
Meski bukan satu pilihan 
Namun, apa mau dikata bila pun mimpi sebatas taksiran

Kawan,
Seakan pergi adalah kesudahan
Pertali-sahabatan yang dulu pernah terbina
Kini tinggal bayangan 
Entah dikenangkan atau justru telah terlupa

Kawan, 
Bilakah kembali ada
Lengkara, 
Sekeras apa kita mencuba
Akan tetap sama
Tiada beda
Macam sebelumnya

Kawan, 
Bilapun kembali ada
Untuk apa? 
Adakah kita ingin mengulang kesalahan yang sama? 
Atau mencipta luka di atas cidera yang mungkin masih menganga? 
Ayolah, Kawan. Bukankah kemaafan harus tetap bertahan selamanya? 
Jika masih tersisa beban, adakah keikhlasan tak kan dipertanyakan?
Itulah yang tiada kumampu, Kawan
Tiada kemampuan jika harus menjumpai berulang 
Cukuplah sekian

Kawan, 
Aku bahagia
Diberi kesempatan tuk melihat keakraban kalian
Masih sama
Terlepas adakah itu benar adanya atau hanya menutupi satu duka
Yang kutahu, 
Ah, itu yang mampu diterima oleh rasa
Adapun jika berbeza
Bahkan satu fakta itu tiada pernah didengar beritanya 

Kawan, 
Mungkin satu kesalahan
Bilakah sedari awal aku tak pernah ada di antara kalian .... 
Apalah daya jika memang sudah begitu takdirnya .... 
Apa nak dikata jika semua tersaksikan dengan mata terbuka ....

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...