Sabtu, 04 Maret 2017

Hujan

Oleh : Ainayya Ayska 

Hujan ....
Ketika kau mengingatkan pada banyak soalan
Tentang pertemuan,
Yang padanya terjalin persahabatan
Tentang perjalanan,
Yang padanya teranyam satu lakaran
Tentang perpisahan,
Yang padanya banyak rasa tercipta


Hujan ....
Ada tangis tanpa air mata
Ada kepergian tanpa kata
Ada pesan tanpa berita
Ada luka tanpa tahu cara mengobatinya 
Ada kecewa tanpa tahu kapan dapatkan penawarnya

Hujan ....
Ainayya rindu ....
Tentang matematika perjalanan
Yang pernah dirancang macam dulu
Terlukis dengan pena tawa ...,
Terwarna dengan gurau senda ...,
Terbingkai dalam putaran waktu
Dulu ada, tersatu dalam tinta rasa

Hujan ....
Rinaimu mengingatkan pada satu rindu
Ketika susunan kisah telah pun jauh berlalu
Ketika yang tersisa tak lebih dari, kenangan sendu
Dan ketika masa telah pun berganti dengan yang baru

Hujan ....
Putaran waktu berulang
Potret perjalanan
Serupa tapi tak sama
Ada bagian nyata ada, nyata berbeza

Hujan ....
Siapa sangka balik jumpa
Ada pinta kesempatan kedua
Maaf, usai sudah cerita
Usai sudah perjalanan kita

Hujan ....
Mana tahu balik bertemu
Bukan kerana tak mau
Tersebab Ainayya memang tak mampu
Cukup sudah lembaran lalu
Tertutup, terkubur sudah catatan itu 

Hujan ....
Sketsa perjuangan
Berakhir menyedihkan
Ibarat kata tiada harga
Ibarat kalimat telah pun tamat
Tak menyisakan apa kecuali kecewa, luka
Jalinan yang dulu indah
Berakhir sudah 

Hujan ....
Ada bagian, kelukaan
Tak usahlah dikenangkan
Tak payahlah digali
Tak perlulah diulangi
Cukup sekali

Hujan ....
Sebagaimana rasa sakit kan teringat hingga nanti
Begitulah kemaafan terupaya entah sampai kapan
Kerana belumlah dikata memaafkan, bila jiwa masih rasa sakit
Begitu yang pernah kau nasehatkan, Kawan ....
Dari hati, lewat hati, dan sampai ke hati
Masih jelas diingatan ini

Kawan ....
Bukan tak ada lagi jalinan
Ukhuwah, pastilah tetap terbina
Tapi pahamilah, kesempatan ini tak lagi sama
Jadi biarlah, perjalanan ini tersketsa dengan tema berbeda

***

6 komentar:

  1. Balasan
    1. Alhamdulillah, makasii, teh put... Ehm

      Yeayy, yeayy...

      Hapus
  2. Hujan;
    yang ditunggu para pekebun
    yang dicela para pejalan


    Hujan;
    Kau rahmat bagi semesta
    Tapi azab bagi pendusta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa, ka ibnu mah... Keren, kak. Lanjut..

      Hapus
  3. Pas banget yang akhr2 ini musim hujan :)

    Gk pernah keliatan mampir lagi nih mba.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nii, cedih jadinya,

      Entah sudah berapa lama bersembunyi dari peredaran maya, hii

      InsyaAllah kan singgah lagi, bang. Hii
      Pasti dah nambah banyak nii,

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...