Sabtu, 16 Desember 2017

Perlukah?

Oleh : Ainayya Ayska

Kawan,
Ketika engkau membicarakan tentang aku
Terlepas daripada kelebihan pun kekurangan itu
Adalah satu bukti bahwa aku pantas untuk kau bicarakan
Aku, adalah tema nan menarik untuk kau bahas, Kawan

Kawan, 
Adakah setiap apa yang dimulai dengan kata 'merasa' , atau setiap hal yang disandar pada 'perasaan' selalu dihukumi prasangka? 
Jika demikian, lantas untuk apa sebuah penjelasan dihadirkan? 
Akan lebih baik bila aku memilih untuk diam 
Kerana aku, tidak merasa perlu untuk menjelaskan 
Biarlah sesuai dengan penilaian kalian 
Bukankah pembacaan mata setiap kita tak sama? 
Lantas apa guna menjelaskan tentang siapa aku?
Bukankah itu tidak perlu? 

Aku tak serta merta bangga akan penilaian baikmu tentang aku, Kawan
Boleh jadi kita ternampak baik di hadapan manusia kerana Allah telah baik pada kita. Allah tutupi aib-aib kita. 
Dan tika engkau, entah kapan tiba masa, tahu diriku tak sebaik yang kau kira, adakah kau tak kan kontan mengata? 
Tidak ada yang menjamin untuk kau tetap setia pada sangka pertama, bukan?
Lantas, untuk apa aku berbangga?
Aku, bahkan tidak memiliki alasan untuk itu, Kawan
Pun ketika kau menilai buruk tentang aku
Aku tak punyai alasan untuk sedih
Justru aku berterima kasih 
Kerana kau, telah menjadikan aku tokoh utama pada kisahku yang menarik perhatianmu 
Terlepas dari apa sebetulnya tujuanmu
Untuk mengapresiasi atau menertawai

Mungkin yang aku sedihkan adalah 
Ketika aku gagal menasehatkan kepadamu, tatkala engkau sibuk mencari-cari keburukan saudaramu lalu menjadikannya bahan pergunjingan 
Mungkin yang aku sesalkan adalah 
Ketidakmampuanku untuk menahanmu dari mencari-cari kesalahan lantas kau jadikan bahan olokan

Kawan,
Aku memilih diam
Bukan tanpa alasan
Untuk apa bicara, bila setiap penjelasan diasumsikan sebagai pembenaran 
Ketika itulah diam menjadi satu pilihan 
Kerana percuma, jika apa
Yang kita cuba katakan justru dinilai prasangka
Yang cuba kita utarakan ditaksir sebagai pembelaan 
Yang cuba kita sampaikan dianggap berburu perhatian 
Aku memilih diam
Daripada harus menterjemahkan apa yang tersimpan
Hanya untuk dikesudahan disalah artikan sebab mengatasnamakan perasaan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...