Rabu, 07 Februari 2018

Resensi Novel Takdir Cinta


Judul buku : Takdir Cinta

Penulis : Lely Noormindha & re! Media Service

Penerbit : PT Elex Media Komputindo 

Cetakan : Pertama, 2014

ISBN : 978-602-02-2927-0

Tebal : 288 halaman

Genre : Novel Islami

PENULIS 

Lely Noormindha, lahir di Tulungagung pada 4 September 1980. Menyukai dunia kepenulisan sejak duduk di bangku SD. Semasa mengenyam pendidikan di bangku SMA, ia rajin menulis cerpen meskipun hanya untuk koleksi pribadinya. 

Kepiawaiannya menulis semakin terasah karena ia terus melatih dan mengembangkan kemampuannya menulis, baik secara otodidak maupun dengan mengikuti sejumlah komunitas penulis di dunia maya. Terbukti, kerja kerasnya membuahkan hasil. Dua novel perdananya cukup mendapatkan apresiasi positif dari para pembacanya. 

Belajar dan terus belajar menulis adalah komitmennya agar mampu menghasilkan novel-novel berkualitas dan mencerahkan para pembacanya. 

TENTANG BUKU

Novel ini berkisah tentang pencarian jati diri seorang muslimah. Menjadi muslimah kaffah bukanlah perkara mudah di tengah arus liberalisme dan kehidupan yang serba kapitalis-sekuler seperti sekarang. 

Novel ini mencoba mematahkan sentimen negatif yang selama ini sering diterima muslimah berhijab. 

SINOPSIS 

Dekapan kemiskinan membuatnya sempat ragu dengan apa yang selama ini menjadi keyakinannya sebagai seorang muslim.

Klimaksnya, ia terjebak dalam krisis internal dan konflik spiritual. Ia bahkan merasakan ketidakadilan bukan saja dari sesama manusia, tapi juga Tuhan yang telah ia sembah sekian lama. 

Semua keraguan itu membawanya ke satu muara, bahwa kuliahnya selama ini hanyalah memenuhi satu dogma tak tertulis dari kedua orang tuanya. 

Hingga takdir membawa langkahnya menemukan oase bagi dahaga spiritualnya selama ini. Ada cinta yang sebenarnya selalu siap menyirami setiap hati yang kering dan menyejukkan jiwa yang tandus. Dan cinta itu dengan Setia selalu menunggu hadirnya para pecinta sejati. 

KELEBIHAN 

  1. Novel ini sangat inspiratif.
  2. Banyak hikmah yang bisa diambil terlebih untuk setiap yang masih ragu berhijrah. 
  3. Bahasanya ngalir, mudah dipahami. 


Recomended banget untuk sesiapa yang ingin berhijrah, atau yang sudah berhijrah. Menguatkan hati bahwa jilbab bukanlah simbol keterbelakangan. Jilbab, mengangkat martabat muslimah menuju derajat kemuliaan. 

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya...
Silahkan tinggalkan komentar dan sampaikan dengan santun...